Lompat ke isi
Tanggal
19 Maret – 26 September 2027
Tema
Pemandangan Masa Depan untuk Kebahagiaan
Hari
192
Perkara

Keanekaragaman hayati, dicatat dengan disiplin

Indonesia datang ke Yokohama dengan satu perkara: keanekaragaman hayati yang dicatat dengan disiplin. Statistik Hortikultura BPS 2025 melacak 18 komoditas strategis sampai ke luas panen dan jumlah tanaman produktif — bukan cerita tentang kekayaan alam, melainkan datanya.

GREEN×EXPO 2027 adalah ekspo hortikultura kelas A1, disetujui AIPH dan diakui BIE, dengan tema Pemandangan Masa Depan untuk Kebahagiaan. Selama 192 hari, sekitar 70 negara berbagi satu lahan di Kamiseya. Jepang adalah pasar yang menuntut mutu dan mitra riset yang serius — dua alasan yang membuat panggung ini tepat.

Yang dibawa Indonesia bukan paviliun untuk dilihat, melainkan program yang bisa diikuti: tujuh tema bulanan, lima kesepakatan yang sedang dikerjakan, sembilan provinsi, dan UMKM binaan CSR yang naik ke panggung global. Halaman ini menjelaskan seluruhnya.

Katalog

Lima angka yang menentukan skala dari apa yang Indonesia masuki, lengkap dengan sumbernya.

192
hari19 Maret – 26 September 2027
~70
negaraEkspo hortikultura kelas A1
15
juta pengunjungPerkiraan penyelenggara
18
komoditas strategisStatistik Hortikultura BPS 2025
9
provinsiDari Sumatra Utara sampai Nusa Tenggara Barat
Lima tujuan

Lima tujuan

  • 01

    Diplomasi hijau

    Menempatkan Indonesia sebagai rujukan inovasi hijau dan keanekaragaman hayati di Asia Tenggara, di hadapan delegasi dari sekitar 70 negara.

  • 02

    Promosi produk

    Membawa hortikultura tropis, keanekaragaman hayati, florikultura, serta produk pangan dan pertanian ke hadapan pembeli Jepang dan internasional.

  • 03

    Kolaborasi internasional

    Membuka kerja sama dengan Jepang dan negara lain di bidang teknologi hortikultura, pertanian kota, konservasi keanekaragaman hayati, dan bioenergi.

  • 04

    Pemberdayaan masyarakat

    Menaikkan UMKM, petani, dan komunitas sosial-lingkungan ke panggung global — bukan sebagai latar, melainkan sebagai pelaku.

  • 05

    Penjenamaan global

    Menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, dengan bukti yang bisa diperiksa.

Paviliun

Cottage Indonesia

Bukan paviliun untuk dilihat dari balik tali. Empat zona yang bisa dimasuki: serambi tropis, kabana tempat kopi diseduh, taman yang boleh disentuh, dan meja tempat kunjungan berubah menjadi kesepakatan.

Masuk ke paviliun
Z1

Serambi

Arsitektur tropis yang dibuka ke luar. Naungan tanpa dinding — cara bangunan Indonesia menangani panas, dipakai untuk menangani musim panas Yokohama.

Foto placeholder — gambar final menunggu persetujuan

Tujuh musim

Tujuh bulan, tujuh tema

Setiap bulan membawa satu cerita, dari rempah hingga buah tropis. Buka satu bulan untuk melihat isinya.

Siapa di belakangnya

Siapa di belakangnya

Koordinator

  • Kementerian Koordinator Bidang Pangan

Pendukung

  • Kementerian Sekretariat Negara
  • Kementerian Luar Negeri
  • Kementerian Perdagangan
  • Kementerian Pertanian
  • Kementerian Pariwisata
  • Badan Karantina Indonesia
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo

Daerah

  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Sumatera Utara
  • Sulawesi Selatan
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Jakarta
  • Lampung

Swasta

  • Asosiasi hortikultura
  • Perusahaan bioenergi
  • Pertamina Desa Energi Berdikari
  • Astra Desa Sejahtera
  • KAPPI
  • GGF
  • PT Badak NGL
  • PT Bukit Asam Tbk
  • PT Indominco (ITMG group)
  • Indofood
  • Rintisan teknologi hijau
  • UMKM

Komunitas

  • Petani muda
  • Pekerja migran Indonesia
  • Pelajar dan organisasi kepemudaan
  • Komunitas kreatif
  • Diaspora Indonesia di Jepang